Dari Penghasilan Rp5-10ribu, Ibu Menghidupiku

23 Jul 2021
Rp 100,000 Terkumpul
Rp 50,000,000 Target Donasi
Donatur 2 Orang
Sisa Hari 34 Hari Lagi

Informasi Penggalang Dana

Mandiri Bersama Akun Terverifikasi

Untuk semua pemilik hati terkuat, terikhlas, dan tersabar, Ibu. Aku hadirkan penggalan kisah ini untuk menggalang dana sebagai salah satu cara agar bisa meringankan perjuanganmu selama ini.


Seperti inilah asam manis perjuangan ibuku sebagai satu-satunya orang yang menghidupiku. Ibuku sudah renta, umurnya 56 tahun. Namun semangatnya tak redup, meski kedua kakinya telah lumpuh sejak 6,5 tahun lalu. 

Setiap harinya ia curahkan seluruh tenaga dan jerih payahnya untuk berjualan makanan ringan anak-anak di sekitar rumah. Ada jeli, kerupuk petis, cilor, dan kadang ibuku harus memutar otak untuk mengganti menu dagangannya supaya anak-anak tidak bosan untuk membelinya. 

Dari pagi ibu sudah sibuk menyiapkan aneka jajanan, aku juga ikut serta membantunya. Kemudian aku mengantar ibu ke tempat dimana beliau jualan, aku tarik kereta sederhana milik ibu untuk sampai ke tujuan yang jaraknya tak jauh dari rumah. Aku memastikan semua perlengkapan sudah tertata rapi, dan yang paling penting ibuku tidak jatuh saat aku antar.

Kami berjualan dari jam 06.00-09.30 WIB, nanti selepas adzan maghrib kami juga berjualan lagi. Keuntungan yang kami dapat tak banyak, hanya Rp5-10ribu/hari. Tentu uang ini tak cukup untuk makan dan biaya sekolahku, bahkan untuk membeli obat saja tak bisa. Ibu terpaksa harus membeli obat warung,  tapi kata ibu “berapapun rezeki yang kita dapat, harus tetap disyukuri.”

Bukan tanpa sebab, ibu dan aku harus tetap bersama dan berjuang bersama. Bapakku telah meninggal dunia di tahun 2019 kemarin akibat sakit jantung komplikasi diabetes. Sementara kakakku sudah berkeluarga dan ikut suaminya, kadang sesekali ia menjenguk kami di rumah dan membantuku membeli buku sekolah.

Sedari ibu tak lagi bisa berjalan, bapak masih mendampingi ibu dan membawanya ke dokter untuk berobat. Sayang kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat ibu harus berhenti terapi, apalagi saat bapak sakit. Kami hanya bergantung dari dagangan kecil ini, hingga bapak pun harus menutup usia karena sakitnya.

Sahabat, kisah ibu Suliyah bisa jadi hanya sepenggal kisah dari sekian banyak kisah orang-orang yang kesulitan, terlebih di masa pandemi. Melihat ini apa kita masih tega untuk acuh membiarkan saudara kita kesulitan? Yuk bantu perjuangan mereka untuk bisa bertahan di masa pandemi ini dengan cara:

(1) Klik "DONASI SEKARANG"

(2) Masukkan nominal donasi

(3) Pilih Metode Pembayaran (GOPAY, Transfer Bank, Virtual Account, Kartu Kredit)

(4) Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account

Sahabat, tidak hanya dapat membantu dengan berdonasi, tetapi juga dapat membantu dengan menyebarkan halaman galang dana ini ke teman, sahabat dan keluarga dekat agar semakin banyak orang yang tahu informasi ini.

 

Semoga Allah Subhanallohu Ta'ala membalas segala kebaikan Sahabat!

Donatur

  • Anonim09 Aug 2021
    Rp 50,000
  • Anonim24 Jul 2021
    Rp 50,000