Wujudkan Mimpi Tunanetra Penghafal Qur’an

13 Jul 2021
Rp 100,000 Terkumpul
Rp 50,000,000 Target Donasi
Donatur 2 Orang
Sisa Hari 16 Hari Lagi

Informasi Penggalang Dana

Mandiri Bersama Akun Terverifikasi

Wanda (22) tetap bersyukur, meski penglihatannya telah hilang dari 14 tahun lalu. Ia bertekad untuk selesaikan hafalannya hingga juz 30.

Wanda dan ibunya tinggal di sepetak rumah yang sangat sederhana, di Kedundung, Magersari, Mojokerto. Ia tak  pernah tau keberadaan bapaknya, karena sejak Wanda berumur 1 tahun ia tak lagi pernah menafkahi keluarganya.

Saat bapaknya tak lagi menghidupi, ibu Warni menjadi satu-satunya tulang punggung bagi kedua anaknya. Ia mencoba peruntungan dari menjual sari dele dan jamu.

“Jual jamu, sari dele beberapa hari gak laku mas. Sampai uang 100 rupiah saja saya gak punya.” Bu Warni (46)

Kadang bu Warni lelah dengan kondisi ekonomi yang dirasakannya, berdagang tak laku. Beliau Pun membantu mencuci piring di warung orang yang ia kenal, meski tak diupah beliau senang karena usai mencuci piring ia diberi makanan. Bisa beliau makan dengan Wanda di rumah.
Lama-lama ada orang yang iba dengan beliau, karena melihat bu Warni sering datang ke warung dengan menggendong Wanda yang masih kecil. Beberapa orang memintanya untuk menjadi buruh cuci dan setrika dengan upah Rp25rb.

Bu Warni memiliki dua anak dengan kondisi yang sama, penglihatannya menghilang. Faktor ekonomi membuat anak sulungnya dirawat nenek dan kakeknya di Lamongan, sementara Wanda ikut tinggal bersamanya.

Sejak duduk dibangku SMP, penglihatan Wanda semakin memburuk. Guru di sekolah tak lagi bisa mengajarinya. Ia pun memanggil ibu Wanda untuk mengobatkan putranya terlebih dulu hingga sembuh.

Sedikit tabungan dari menjadi buruh cuci dan setrika, ibu Warni membawanya berobat ke RS Mata di Surabaya. Hasil dari pemeriksaan dokter, bahwa tak ada harapan bagi Wanda untuk bisa melihat kembali, tak mau menyerah beliau pun memilih pengobatan alternatif, 1 kontrol Rp150rb/2 minggu. Sayang hampir 1 tahun pengobatan tak ada perubahan.

Sedih, Wanda yang saat itu masih ingin sekolah harus merelakan mimpinya. Ia pun meminta sang ibu untuk dititipkan di pesantren agar tetap bisa berguna. Dengan berat hati, ibunya pun mengiyakan permintaan anaknya itu.

Kini Wanda telah hafal 14 jus, ia bercita-cita menyelesaikannya dan jika ada rezeki lebih ia ingin memiliki rumah tahfidz untuk para tunanetra.

Sahabat, mari perbanyak sedekah untuk saudara kita yang membutuhkan. Sesungguhnya masih banyak sekali yang nasibnya seperti Wanda. Untuk itu, mari kirimkan sedekah terbaikmu dengan cara;

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;

2. Masukkan nominal donasi;

3. Pilih metode pembayaran GoPay, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;

4. Dapatkan laporan via email.

Selain mendoakan dan berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut membantu perjuangan adik-adik kita.

Donatur

  • Anonim05 Aug 2021
    Rp 50,000
  • Anonim20 Jul 2021
    Rp 50,000